1400 Aplikasi pada “The NextDev Competition 2017”

Upaya berbagai pihak, termasuk swasta, untuk mengebangkan potensi anak-anak muda dalam penciptaan aplikasi digital yang memberi solusi bagi persoalan bersama perlu diapresiasi sangat tinggi. Upaya-upaya macam itu akan menjadikan negeri ini kuat karena menemukan berbagai solusi bagi persoalannya yang diawali dari adanya sinergi yang baik antara dunia usaha, masyarakat, dan pemerintahnya.  Demikian disampaikan Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara saat membuka ajang The NextDev 2017 yang diselenggarakan oleh Temkomsel, yakni kompetisi pengembangan aplikasi digital untuk solusi masalah-masalah sosial.

Rudiantara berharap kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan dapat terus diperkuat agar solusi-solusi bagi Smart City dan Smart Rural dan lainnya dapat lebih cepat terealisasi.

“Karena itu berbagai kendala non teknis dan birokrasi yang umumnya dihadapi para pengembang aplikasi ketika memecahkan suatu masalah, harus diminimalisir oleh semua pihak,” ungkap Rudiantara.

Kompetisi The NextDev 2017 adalah sebuah ajang inkubasi bagi startup pengembang aplikasi digital khususnya di wilayah Bali dan sekitarnya. Ini merupakan program tahunan yang telah digelar selama tiga kali berturut-turut.  Tahun ini, tak kurang  dari 1400 aplikasi berhasil di jarring melalui kompetisi ini. Aplikasi-aplikasi itu berasal dari para pengembang aplikasi di seluruh Indonesia.

Mengusung tema Karya Anak Bangsa untuk Solusi Indonesia, The NextDev 2017 menantang kaum muda untuk menciptakan aplikasi digital yang memberikan dampak sosial yang positif untuk mendukung pengembangan ekosistem digital dan pembangunan Indonesia yang digital.

Menurut Manager Branch Telkomsel Denpasar, Endra Diputra, ajang ini merupakan upaya pihaknya mewadahi potensi generasi muda agar memanfaatkan teknologi secara tepat guna.

“Jadi anak-anak muda yang cerdas itu kami arahkan untuk berkreasi menghasilkan aplikasi digital yang mampu mengatasi masalah di masyarakat,” ucapnya.

Berkait aplikasi digital, Denpasar merupakan salah satu kota yang memiliki anak muda dengan tingkat kepedulian yang tinggi akan berbagai permasalahan sosial di kotanya. Mereka terdorong untuk membantu mencari solusi dengan mengembangkan berbagai aplikasi mobile. Ini terbukti dari beberapa start up muda asal Denpasar yang menghadirkan aplikasi dan platform ERZAP yang menjadi Top 20 Finalis NextDev di tahun 2015, dan diikuti dengan aplikasi TUNTUN yang menjadi Top 5 Finalis NextDev 2016.

“Keberhasilan start up yang berasal dari kota Denpasar selama dua tahun berturut-turut dalam kompetisi ini membuat kami optimis akan potensi dari developer muda di kota ini. Selain membanggakan, kami juga yakin keberhasilan mereka akan memotivasi generasi muda yang lain untuk berprestasi melalui The NextDev Competition 2017,” papar Endra.

Ajang ini berfokus pada isu fundamental pada pembangunan Indonesia yang digital, yakni ekosistem pendukung kehidupan masyarakat Indonesia, baik perkotaan maupun perdesaan.

Dalam kompetisi The NextDev 2017, kategori yang bisa dipilih oleh peserta sebagai dasar pengembangan solusi merefleksikan berbagai bidang yang menyentuh aspek kehidupan masyarakat secara langsung, di antaranya kesehatan, edukasi, agrikultur, dan transportasi.

Karya mereka juga akan bermanfaat bagi orang banyak, tim terbaik dari masing-masing kategori juga akan mendapatkan berbagai hadiah menarik yang disebut dengan 7M, yakni Market Access (akses pasar), Marketing (publisitas), Mentoring (pelatihan dan pendampingan), Management Trip (study visit ke pelaku industri telekomunikasi di luar negeri).

Juga, Money (uang tunai), Monetizing (peluang besar untuk memperoleh pendapatan melalui kolaborasi dengan stakeholder terkait). Match Expert (perekrutan profesional sesuai dengan kebutuhan untuk pertumbuhan bisnis startup).***

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *