Bentara Muda Bali Goes to Campus “Nonton Bareng & Sosialisasi Kelas Kreatif”.

Rabu, 25 April 2018, Pukul 16.00 WITA di Auditorium Widyasabha Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana.

 

Seturut upaya transfer of knowledge khususnya bagi generasi muda, Bentara Muda Bali melaksanakan program Goes to Campus yang mengagendakan acara Nonton Bareng film-film terpilih sekaligus melakukan sosialisasi terkait kelas kreatif bentara. Bila pada pelaksanaan sebelumnya, 11 April 2018, bekerjasama dengan UKM Udayanan Science Club, kini Bentara Muda Bali Goes to Campus menggandeng Pers Mahasiswa Kanaka FIB Universitas Udayana.

Adapun kelas kreatif  Bentara telah dimulai sedari tahun 2012 lalu, mengetangahkan lokakarya di bidang jurnalistik, penulisan kreatif, fotografi, film, serta seni rupa.

Bentara Muda Bali Goes to Campus ini menyasar langsung kampus-kampus atau perguruan tinggi maupun institut melalui kerjasama dengan Unit Kegiatan Mahasiswa, Himpunan Mahasiswa terkait. Selain ke kampus-kampus, Bentara Muda Bali juga memprogramkan kunjungan dan sosialisasi ke sekolah-sekolah (SMA/SMK) di Denpasar serta Gianyar secara berkala setiap bulannya. Program  ini diniatkan untuk mendorong terciptanya pergaulan kreatif bagi generasi muda selaras mengembangkan minat bakatnya, serta membangun budaya membaca buku bermutu juga film-film yang berkualitas.

 

Selengkapnya : https://bentarabudayabali.wordpress.com/2018/04/02/bentara-muda-bali-goes-to-campus-nonton-bareng-sosialisasi-kelas-kreatif/

 

 

PUSTAKA BENTARA “BECOMING, 20 TAHUN GALANG KANGIN”

Pustaka Bentara kali ini akan membincangkan buku “Becoming”, 20 Tahun kelompok perupa GalangKangin dalam menapak dunia kesenirupaan. Selain berisi rangkuman berita terkait aktivitas komunitas ini selama kurun waktu tersebut, terdapat pula tulisan-tulisan kurator pameran, catatan-catatan narasumber terpilih perihal capaian Galang Kangin, termasuk sejumlah kaleidoskop kegiatan.

Sebagai narasumber diskusi yakni Hardiman, yang juga bertindak selaku editor buku serta beberapa kali dipercaya menjadi kurator pameran Galang Kangin. Tampil pula para seniman antara lain, Made Supena, Galung Wiratmaja, I Wayan Setem, dan lain-lain, yang akan berbagi pengalaman bagaimana mengelola kebersamaan komunitas kreatif dengan berbagai latar anggotanya yang boleh dikata berbeda serta memiliki kecenderungan perkembangan gaya lukisnya masing-masing.

Akan ditimbang pula keberadaan Galang Kangin dibandingkan komunitas-komunitas serupa yang ada di BAli atau di tanah air, berikut problematikyang membayangi sebuah kelompok seni rupa dalam merawat eksistensi komunitas di satu sisi dan capaian individu sebagai seniman dengan karya yang mempribadi. Dialog ini juga menandai upaya Galang Kangin yang tengah mempersiapkan satu pameran retrospektif yang mencerminkan dinamika sepanjang 20 tahun ini.

Komunitas Galang Kangin didirikan tahun 1996 dan secara rutin menyelenggarakan aktivitas pameran. Para anggotanya juga meraih berbagai penghargaan seni rupa serta melakukan pameran di dalam maupun di luar negeri.

Selengkapnya : https://bentarabudayabali.wordpress.com/2018/04/02/pustaka-bentara-becoming-20-tahun-galang-kangin/

 

FESTIVAL BUDAYA BAPANG BARONG LAN MEKENDANG TUNGGAL

Jumat, 30 Maret 2018, pukul 13.00 WITA

Sebagai wujud kepedulian pada seni budaya Bali, berikut pelestarian dan upaya pengembangannya, Tribun Bali didukung oleh Bentara Budaya Bali menyelenggarakan “Barong Festival” yang mengagendakan kompetisi Bapang Barong (tarian Barong) dan Mekendang Tunggal, terbuka se-Bali, khususnya untuk seniman-seniman muda.

Adapun materi Barong yang dilombakan adalah terkait Topeng, Condong, Intip Jangkrik, dan Omang, diikuti seniman-seniman muda berusia antara 17 hingga 30 tahun. Selain menyediakan piala dan piagam bagi pemenang, tersedia pula hadiah total senilai puluhan juta rupiah.

Tari Barong memiliki sejarah yang panjang, mencerminkan transformasi sosial kultural masyarakat Bali. Sebagai sosok mitologis, kehadiran Barong selalu disertai penampilan Rangda, cerminan nilai-nilai Rwa Bhineda, yakni pertarungan antara kebaikan dan kejahatan yang berlangsung terus menerus sebagai gambaran akan upaya meraih keharmonian.

Serangkaian dengan festival ini, pada hari sebelumnya, tepatnya tanggal 25 Maret 2018, Bentara Budaya Bali secara khusus menyelenggarakan Bali Tempo Doeloe #20 yang merujuk tajuk “Barong, Mitologi Kini dan Nanti”. Dialog ini mengulas perihal Sosok Barong mitologis tertaut transformasi sosial kultural masyarakat, juga hal-hal esensial Kini dan Nanti bersama narasumber terpilih.

Selengkapnya : https://bentarabudayabali.wordpress.com/2018/03/02/festival-budaya-bapang-barong-lan-mekendang-tunggal/